Loading...

BLES Catat Penjualan Bersih Rp1,5 Triliun pada 2025

Artikel ini disadur dari Investori.id


PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block, mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,50 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan penjualan 2024 yang sebesar Rp1,46 triliun.

Kinerja tersebut telah dipaparkan perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Surabaya, pada 9 Juni 2026. Perseroan juga menyatakan penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perusahaan.

Direktur Keuangan PT Superior Prima Sukses Tbk Andrew mengatakan, perseroan tetap berupaya menjaga pertumbuhan di tengah dinamika industri bahan bangunan dan kondisi pasar yang masih menantang.

“Pertumbuhan penjualan yang berhasil kami catatkan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa fundamental bisnis perseroan tetap kuat. Kami terus berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan maupun pemegang saham,” ujarnya.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, BLES mencatat laba bruto sebesar Rp388,94 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp84,11 miliar. Sementara itu, laba per saham dasar tercatat sebesar Rp9,44 per saham.

Meski demikian, perseroan menyebut profitabilitas mengalami penyesuaian akibat peningkatan biaya produksi dan beban keuangan, seiring dengan ekspansi yang dilakukan perusahaan.

Dari sisi arus kas, perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp236,34 miliar. Sementara itu, total aset BLES per 31 Desember 2025 naik menjadi Rp2,04 triliun, dari Rp1,84 triliun pada tahun sebelumnya.

Total ekuitas perseroan juga meningkat menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,07 triliun pada 2024. Adapun posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp66,69 miliar, naik dari Rp41,42 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, perseroan melanjutkan ekspansi untuk memperkuat kapasitas produksi. Investasi pada aset tetap tercatat sebesar Rp261,52 miliar, terutama untuk mendukung pengembangan fasilitas produksi dan peningkatan efisiensi operasional, termasuk operasional pabrik baru di Banjarnegara.

Saat ini, BLES memiliki lima fasilitas produksi yang berlokasi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara. Secara rinci, kapasitas produksi Plant 1 Mojokerto mencapai 965.000 meter kubik per tahun, Plant 2 Lamongan sebesar 1,159 juta meter kubik per tahun, Plant 3 Sragen sebesar 1,883 juta meter kubik per tahun, Plant 4 Sidoarjo sebesar 608.000 meter kubik per tahun, dan Plant 5 Banjarnegara sebesar 1 juta meter kubik per tahun.

Dengan kapasitas tersebut, perseroan menilai fasilitas produksi yang dimiliki saat ini masih memadai untuk mendukung pertumbuhan permintaan pasar. Tingkat utilisasi pabrik yang ada dinilai masih memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan volume penjualan tanpa perlu menambah kapasitas produksi dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, fokus BLES saat ini adalah mengoptimalkan kapasitas produksi yang telah tersedia, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas penetrasi pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan dari sektor infrastruktur, properti, dan program pembangunan perumahan.

Perseroan juga menyatakan akan terus memantau perkembangan permintaan pasar dan prospek industri bahan bangunan. Apabila pertumbuhan permintaan di masa mendatang menunjukkan tren berkelanjutan dan tingkat utilisasi kapasitas mendekati optimal, BLES akan mempertimbangkan ekspansi kapasitas secara bertahap dan hati-hati dengan memperhatikan kondisi pasar, kebutuhan pelanggan, serta pengembalian investasi.

Andrew menambahkan, perseroan masih melihat peluang pertumbuhan industri bahan bangunan nasional, terutama seiring kebutuhan pembangunan infrastruktur dan sektor properti.

“Kami meyakini bahwa permintaan pasar terhadap material bangunan yang berkualitas akan terus bertumbuh. Dengan dukungan kapasitas produksi yang semakin besar, jaringan distribusi yang luas, serta fokus pada efisiensi dan inovasi, perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, PT Superior Prima Sukses Tbk menyatakan akan menjalankan strategi pertumbuhan secara hati-hati melalui penguatan operasional, peningkatan kualitas produk, dan ekspansi terukur untuk mendukung kinerja jangka panjang.